Saturday, January 4, 2014

Lima fakta salah dalam artikel 'Wong Fei Hung Islam'

Some of the bigger (and most clearly wrong) claims made by the article are:

1 - "Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong."

(Fei Hung is the Cantonese dialect’s pronunciation of the Arab name Fais. While the name Hung is also the Cantonese dialect’s pronunciation of the Arab name, Hussein. Thus when his name is Arabic-ised, it is Faisal Hussein Wong)

First of all, Chinese is a monosyllabic language. Thus to express the name "Fais", it would be translated into either 2 or 3 monosyllables. Typically, it would be FA-YEE or FA-YEE-SAR (actual pronunciation depends on which words are used in the translation). "Hussein" will also be similarly translated into 2 or 3 characters.

If Wong Fei Hung’s real Muslim name was Faisal Hussein, it will not be written in the typical Chinese 3-name system. Even a simple Western name like Will Smith is translated in Cantonese as “WAI-YEE SEE-MAT-SI”. So it's impossible that a multi-syllable name will be simplified into 2 monosyllables that fits into the traditional Chinese naming system!

2 - "Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya"

(The Ch’in Dynasty was the dynasty which overthrew the Yuan Dynasty which ruled before it)

Wong Fei Hung was born in 1847, during the Qing Dynasty (1644-1912), which overthrew the Ming Dynasty (1368-1644). The Ch'in Dynasty existed over 2000 years before his time (around 200+BC), and was established by Qin Shihuang, the first emperor who unified China under him. The Yuan dynasty was established in the 1200s by the Mongol Khans (yup, Kublai Khan, et al).

3 - "Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam."

(The Yuan Dynasty is known as the only Chinese Imperial Dynasty where many members of its household converted to Islam.)

While the Mongol emperors of the Yuan Dynasty did encourage various foreign religions to be propagated in China (Islam, Christianity, Buddhism), ALL Chinese emperors ruled under the "Mandate of Heaven" which includes seeking heaven’s favour and blessings through Chinese worship rites. The Emperor and his household also counted priests as royal advisers. The entire imperial household has no choice but to follow the state religion or else the Dynasty would fall apart from religious differences within the family.

4 - "Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi...seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734."

(Wong Fei Hung began honing his martial arts skills since he came under the tutelage of Luk Ah-Choi. Hung Hei Kwun, who trained in the martial arts with Luk Ah Choi…was a Shaolin warrior who escaped the burning and sacking by the Ch’in Dynasty in 1734.)

OK, there's some serious time-warping here. Wong Fei Hung was born in 1847 and started learning kungfu at age 5. Hung Hei Gun and Luk Ah Choi are believed to have taught Wong Fei Hung’s father AND grandfather! Hung Hei Kwun lived from 1745-1825, so it’s not likely that he joined his classmate Luk Ah Choi in the 1734 incident cited above. In fact, it’s quite unlikely that Luk Ah Choi would be involved too as there are indications that Luk Ah Choi is even younger than Hung (because Luk had also studied martial arts under Hung).

ASSUMING Luk Ah Choi was still around to teach Wong Fei Hung, he would be over 100 years old, or about 150 years old (according to this article’s timeline)! Besides, nowhere in Wong Fei Hung’s history does it mention that Luk Ah Choi was his master.

And the Ch'in Dynasty's timeline has been shifted (again) from 200+BC to the 18th century now.

5 - "Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in."

(If the Ch’in had not asked for the help of the armed forces of foreign powers (Russia, England, Japan), the rebellion led by Hung Hei Kwun would have succeeded in ousting the Ch’in Dynasty)

NO emperor in China has ever asked foreign militaries for help (except for the Battle of Shanghai with the Taiping rebels, but it was the city government who asked for help, not the emperor)! In fact, the Qing dynasty fought several wars with foreign powers who were trying to conquer China during Wong Fei Hung's lifetime - including Russia, Britain and Japan!

I’ll admit that I’m no historian. I’ll even admit that there may be evidence somewhere out there that Wong Fei Hung was indeed a Muslim. But if there is proof, it’s certainly not in the Jamaah Islah article. And the factual errors really don’t inspire confidence at all in that claim.

ARTIKEL ASAL - Wong Fei Hung Islam


Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata muslim dan ia adalah ulama yang jaguh kungfu dan juga seorang tabib.Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jaguh Kung fu dalam filem Once Upon A Time in China. Dalam filem itu, watak Wong Fei Hung dimainkan oleh pelakon terkenal Hong Kong, Jet Li.

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Perubatan, dan ahli bela diri legenda yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun kerajaan China sering berupaya mengaburkan identiti Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila dibahasa arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu perubatan tradisional, serta ahli bela diri tradisional Tiongkok (wushu / kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu peringkat tertinggi. Ketinggian ilmu bela diri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Harimau Kwantung. Kedudukan Harimau Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik bela diri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih.

Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Kerajaan Ch’in yang rasuah dan penindas. Kerajaan Ch’in ialah Kerajaan yang merobohkan kekuasaan Kerajaan Yuan yang memerintah sebelumnya. Kerajaan Yuan ini dikenali sebagai satu-satunya Kerajaan Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat pertahankan diri sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan handalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembunuhan oleh pemerintahan Kerajaan Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan Kerajaan penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, England, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya menghalau pendudukan Kerajaan Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan bela diri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan ilmu pertahankan diri semakin sukar ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktikal namun cekap yang dinamakan Jurus Cakar Harimau dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jaguh pelabuhan berbadan tegap dan kejam di Canton.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai ujian. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu kejadian pergaduhan dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah kerana isteri-isterinya meninggal dalam usia muda.

Setelah isteri ketiganya meninggal dunia, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar bela diri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenali sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. .. Aamiin

Note: The JIM website states www.penainsan.blogspot.com as the source of this article.

adios

Disclaimer
"Semua artikel dalam blog ini disiar untuk tujuan pendedahan dan pengetahuan am untuk diperdebat dan dibincangkan. Ketepatan maklumat dalam blog ini perlu dibandingkan dengan sumber-sumber lain agar tidak terjadi anggapan penyebaran maklumat palsu atau fitnah. Bagi mereka yang mahukan sesuatu dalam blog ini didelete kerana akta harta intelek sila email gua di atimuda@gmail.com"

No comments:

Post a Comment