Friday, November 8, 2013

Perang besar umat Islam - Salim Azuz dedah ketakutan Al Sisi sedang memuncak

Seorang pemerhati politik, Salim Azuz, menulis dalam akaun facebooknya hari ini, Rabu 6/11/2013 bahwa As-Sisi ketika ini sedang melakukan rundingan dengan Presiden Mursi, agar Presiden Mursi kembali menempati jabatannya.

Salim mengatakan, dulu Presiden Mursi pernah menawari As-Sisi menjadi perdana menteri, tapi dia menolak. Banyak orang menilainya sebagai orang yang zuhud, tidak mahu jabatan yang tinggi...Namun waktu membuktikan bahwa saat itu As-Sisi ternyata menginginkan jabatan yang lebih tinggi daripada perdana menteri. Setelah merasa gagal mendapatkannya, As-Sisi meminta kepada Presiden Mursi untuk mempertahankan jabatannya sebagai menteri pertahanan. Dia meyakini ada dukungan dan jaminan dari Eropa. Namun demikian Presiden Mursi menolak, tidak bersetuju....

Oleh karena itu, Salim Azuz mempunyai keyakinan, tidak ada lagi jalan bagi As-Sisi selain meninggalkan Mesir, dan pergi ke Dubai bergabung dengan Ahmad Syafiq, Calon Presiden yang dikalahkan Presiden Mursi.....

Beberapa sumber lain menyatakan, menyebutkan adanya usaha beberapa elit militer mendatangi Presiden Mursi, dan mengajukan inisiatif penyelesaian yang mengharuskan militer mengajukan permintaan maaf atas semua yang terjadi, lalu semua kondisi kembali normal seperti sebelum 3 Julai....

Jika benar apa yang dicatatkan oleh pemerhati Politik ini, bermakna Presiden Morsi akan kembali sebagai Presiden Mesir yang sah,..Allahuakbar, semoga benar-benar berlaku.

Beltagi optimis akan binasanya pengkudeta Mesir....

Dr. Muhammad Beltagi, salah seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin yang saat ini berada dalam penjara kudeta, mengucapkan selamat kepada umat Islam dengan datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1435.

Dalam sebuah surat yang ditulisnya dari penjara lalu dimuat dalam akun facebooknya, Beltagi mengatakan, “Selamat Tahun Baru Hijriah. Dengan kehendak Allah swt., tahun ini umat Islam akan menuliskan pertempuran yang paling besar.

Umat Islam mempersembahkan pengorbanannya yang sangat besar untuk memperjuangkan kehendaknya yang merdeka. Umat Islam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebebasan, dan kemuliaan. Memerangi kezaliman, kesewenang-wenangan, pemaksaan, dan pembunuhan.

Umat Islam akan memperjuangkan hak-hak darah para syuhada; memperjuangkan pengadilan atas para penyiksa dan pengkhianat.

Di antara umat Islam ini ada yang meninggal dunia, menderita luka-luka, dan dipenjara. Sungguh besar pengorbanan yang telah dipersembahkannya. Tapi lebih besar lagi jiwa umat Islam ini yang telah menganggap semua itu biasa saja; harga yang harus dibayarkan dalam perjuangan mendapatkan redha Allah swt. dan memenangkan keadilan, kebenaran dan kebebasan.

Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura (9 dan 10 Muharram). Puasa hari itu adalah ungkapan syukur kepada Allah swt. yang telah membinasakan Firaun. Raja yang memaksakan kekuasaannya saat rakyatnya lemah.

Raja yang mengaku seenaknya mengatas-namakan rakyatnya berbuat kejahatan. “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.” [Ghafir; 29].

Raja yang meminta mandat untuk membunuhi rakyatnya dengan dalih memerangi terorisme. “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.” [Ghafir; 26].

Raja yang membunuhi anak-anak muda, aset masa depan negara, “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka.” [Al-A’raf: 127].

Raja ini terus melakukan kejahatannya, hingga datanglah siksaan dari Allah swt. “Maka Kami hukumlah Firaun dan bala tenteranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim."

Presiden Morsi Diadili, Kemenangan Semakin Dekat - Prof. Yusuf Al-Qaradhwi
Persatuan Ulama Muslimin Dunia, yang dipimpin oleh Syeikh Yusuf Qaradhawi, mengeluarkan satu kenyataan yang mengecam pengadilan Presiden Mursi, Isnin (4/11/2013) kemarin.

Dalam kenyataan ulama yang berjudul “Bergembiralah, Kemenangan Sudah Dekat” disebutkan:

“Untuk pertama kalinya terjadi di Mesir, seorang presiden sah yang dipilih oleh rakyatnya dalam pilihanraya yang bersih, diajukan ke pengadilan, setelah sebelumnya diculik dalam waktu yang cukup lama oleh penguasa kudeta. Selain itu, penguasa kudeta juga menculik dan membunuhi ribuan rakyat Mesir yang memperjuangkan kebebasan.”

Pernyataan ulama yang disiar dalam lamanweb rasmi Syeikh Qaradhawi ini juga mengajak seluruh rakyat Mesir untuk memenuhi jalan-jalan dan tempat luas di Mesir, memprotes kejahatan-kejahatan penguasa kudeta, dengan tetap mempertahankan sikap damai dalam melaksanakannya.

Beberapa kejahatan penguasa kudeta yang dilakukan hari-hari terakhir ini di antaranya menginjak-injak kemuliaan Universiti Al-Azhar dan universiti-universiti yang lain, menangkap kaum wanita (baik mahasiswa ataupun warga biasa), dan yang terakhir adalah mengadili Muhammad Mursi, presiden sah Mesir yang dipilih rakyat secara demokrasi.

Para ulama juga menyatakan, “Ikatan Ulama Muslimin Dunia mengajak seluruh rakyat Mesir yang sedang berjuang untuk berbahagia kerana kemenangan dari Allah swt. akan segera datang.”

Terakhir, para ulama mengajak orang-orang yang terlibat dalam kudeta (militer, orang awam dan media) agar kembali kepada kebenaran, mengembalikan pemerintahan yang sah dan lembaga-lembaga perlembagaan hasil proses demokrasi. Jangan sia-siakan pengorbanan yang diberikan pada Revolusi 25 Januari.

adios

Disclaimer
"Semua artikel dalam blog ini disiar untuk tujuan pendedahan dan pengetahuan am untuk diperdebat dan dibincangkan. Ketepatan maklumat dalam blog ini perlu dibandingkan dengan sumber-sumber lain agar tidak terjadi anggapan penyebaran maklumat palsu atau fitnah. Bagi mereka yang mahukan sesuatu dalam blog ini didelete kerana akta harta intelek sila email gua di atimuda@gmail.com"

No comments:

Post a Comment