Thursday, October 17, 2013

Indonesi berang tindakan polis Malaysia

Pemerintah Republik Indonesia memprotes penembakan terhadap empat warga negara Indonesia hingga tewas oleh polisi Malaysia. Polisi Malaysia juga dianggap senang main tembak.

"Sepertinya polisi Malaysia bermental pengecut karena sedikit-sedikit menembak. Melumpuhkan, kan, tidak harus membunuh apalagi mereka bukan teroris," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Minggu (13/10/2013).

"Saya mengecam keras tindakan barbar polisi Malaysia yang dengan mudahnya menembak orang hingga tewas," kata dia lagi.

Jumhur mengatakan, Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Malaysia, mendapat laporan dari polisi Malaysia bahwa ada empat WNI yang ditembak hingga tewas polisi Malaysia pada Jumat (11/10/2013) sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Keempat WNI itu atas nama Hafat, nomor paspor Indonesia A0649848 kelahiran 8 Juni 1969, Iknoriansyah nomor paspor U450798 kelahiran 7 Mei 1988, Hery Setiawan nomor paspor A4208167 kelahiran 25 November 1980, dan Wahyudi nomor paspor A2640273.



Menurut versi polisi Malaysia, kata Jumhur, keempat WNI itu diduga telah melakukan perampokan rumah pada dini hari sebelumnya. Polisi menduga rumah yang digunakan sebagai tempat persembunyian mereka di Blok B-15-7, Ampang Hilir Pinggiran, Jalan Ampang Putra, Kuala Lumpur.

Jumhur memastikan bahwa keempat WNI itu bukan TKI karena berdasarkan informasi yang dia terima, tidak jelas pekerjaan mereka.

Polisi Malaysia, katanya, masih melakukan penyelidikan termasuk memastikan identitas 4 jenazah. KBRI diminta untuk menunggu hasil penyelidikan tersebut dan akan diberi akses untuk mengecek fisik jenazah nantinya.

Jumhur memastikan pula protes pemerintah tersebut disampaikan melalui jalur diplomatik.~KOMPAS

adios

Disclaimer
"Semua artikel dalam blog ini disiar untuk tujuan pendedahan dan pengetahuan am untuk diperdebat dan dibincangkan. Ketepatan maklumat dalam blog ini perlu dibandingkan dengan sumber-sumber lain agar tidak terjadi anggapan penyebaran maklumat palsu atau fitnah. Bagi mereka yang mahukan sesuatu dalam blog ini didelete kerana akta harta intelek sila email gua di atimuda@gmail.com"

No comments:

Post a Comment