Saturday, February 16, 2013

Syria dan Iran subahat dgn CIA siksa umat ISLAM selepas 9/11

Elite Janisary untuk Al-Mustaqbal.net
Setidaknya 54 negara termasuk Suriah, Iran, dan sebagian besar negara-negara Eropa menawarkan “dukungan rahasia” terhadap CIA untuk menahan, mengangkut, menginterogasi dan menyiksa tersangka sejak peristiwa 9/11, menurut sebuah laporan baru.

Laporan dengan tebal 213 halaman yang dirilis oleh Open Society Justice Initiative (OSJI), sebuah organisasi HAM yang berbasis di New York, sebagian besar dokumen berisi tentang keterlibatan internasional dalam kampanye Amerika melawan mujahidin Al-Qaeda.

Laporan, yang berjudul Penyiksaan Global, memberikan laporan rinci tentang negara-negara lain yang secara diam-diam membantu AS untuk mendirikan penjara rahasia, yang juga dikenal sebagai ‘tempat hitam’ di wilayah mereka dan memungkinkan CIA untuk menggunakan bandara nasional negara tersebut untuk menyediakan pengisian bahan bakar pesawat pengangkut tahanan.

Negara yang tercantum dalam laporan ini termasuk banyak dari Timur Tengah dan Eropa. tetapi belum jelas juga apakah indonesia juga termasuk negara tersebut, mengingat gencarnya kampanye indonesia dalam memerangi apa yang mereka sebut sebagai ‘teroris’ yang ternyata korban-korbannya adalah umat Islam.

OSJI mengidentifikasi dua negara gembong Syiah terbesar yaitu Suriah dan Iran sebagai dua peserta dari program CIA tersebut. hal ini sekali lagi menegaskan adanya hubungan yang erat antara Syiah (Iran dan Suriah) dengan AS, tidak seperti yang diberitakan selama ini di media masa bahwa mereka saling bermusuhan.

Suriah juga memiliki fasilitas penahanan yang digunakan oleh CIA, di mana “tahanan melaporkan insiden penyiksaan dengan menggunakan kerangka kursi yang digunakan untuk meregangkan tulang belakang (‘kursi Jerman’) dan pemukulan.”

Iran telah membantu CIA dengan menyerahkan 15 orang untuk Kabul, setelah invasi AS ke Afghanistan, dan mengetahui bahwa mereka akan ditempatkan di bawah kendali AS.

Di Mesir, Pakistan, Libya, Yordania, Afghanistan, Malawi dan Maroko keberadaan penjara-penjara rahasia dan penggunaan penyiksaan juga didokumentasikan.

Laporan ini juga meletakan Mesir “Sebagai negara terbesar yang mengirimkan para tersangka dalam jumlah besar (untuk AS). Banyak tahanan yang mengalami penyiksaan selama di Mesir.
Pakistan dikatakan telah menahan 672 tersangka anggota Al-Qaeda dan telah dipindahkan sebanyak 369 orang ke Afghanistan atau ke Guantanamo.

Ada laporan tentang makam korban penyiksaan yang didokumentasikan di Maroko. Para tahanan menggambarkan penyiksaan selama beberapa bulan, Binyam Mohamed, dipindahkan oleh CIA ke Maroko pada bulan Juli 2002, “di mana interogator mematahkan tulang nya sambil memukulinya, tidak hanya itu saja bahkan kemaluannya pun diiris sambil dituangkan dengan cairan panas, dan mengancamnya dengan pemerkosaan, listrik dan kematian. “

sumber : vor (KabarDuniaIslam/almustaqbal)

Gua memang suka pendedahan sebegini kerana ia menambahkan bukti keburukan syiah terutama di Iran dan Syria




adios

No comments:

Post a Comment